Jelang partai final Liga Champions yang mempertemukan antara Real Madrid melawan Liverpool, justru diwarnai dengan insiden dari kedua kelompok suporter. Dimana, masing-masing fans tim saling serang di media sosial.

Real Madrid

Skuat Real Madrid mendapatkan serangan dari fans Liverpool karena mengenakan pakaian bertuliskan A Por La 13

Final kompetisi paling bergengsi antarklub Eropa tersebut akan berlangsung di Stadion NSC OIimpiyskiy, Kiev, Ukraina. Pada hari Minggu, tanggal 27 Mei 2018 dini hari WIB mendatang.

Los Blancos yang berstatus sebagai juara bertahan memastikan satu langkah di partai puncak setelah menyingkirkan Bayern Munchen. Mereka melewati hadangan raksasa Bundesliga Jerman tersebut dengan agregat akhir 4-3.

Sedangkan The Reds, secara mengejutkan mampu mendepak wakil Serie A Italia yang juga menjadi tim kejutan, AS Roma di babak semifinal. Walau pada leg kedua kalah 4-2 atas Serigala Ibukota, namun pada leg pertama mereka mengunci kemenangan 5-2. Sehingga secara agregat akhir menjadi 7-6 untuk keunggulan Mohamed Salah cs.

Laga penentu siapa raja Eropa tersebut akan tersaji pada akhir pekan nanti. Namun, intensitas tinggi telah terasa. Kelompok suporter The Reds melancarkan kritikan kepada sang lawan.

Dilansir dari salah satu media olahraga ternama menginformasikan bahwa kubu Madrid tidak memberikan rasa hormat kepada lawannya di laga final atau yang dimaksud Liverpool lantaran telah mengenakan baju bertuliskan ‘A por la 13’.

Baju tersebut dikenakan oleh seluruh pemain El Real saat mereka mengandaskan perlawanan Bayern Munchen di fase semifinal. Pada partai final UCL di Kiev nanti, Madrid memang tengah mengejar gelar juara Liga Champions yang ke-13 kalinya sepanjang sejarah klub.

“Mereka (Real Madrid) telah mengenakan baju bernomor 13. Kami pikir bahwa itu sangat bagus mereka yang telah meremehkan Liverpool. Mereka berpikir bahwa mereka telah menang,” ungkap salah satu akun twitter bernama Liverpool Room.

Lantas, aksi tersebut pun mendapatkan tanggapan dari pihak pendukung Madrid. Terlebih yang dilakukan melalui media sosial. Mereka menganggap bahwa pakaian bernomor 13 yang dikenakan itu tidak bermaksud meremehkan siapapun lawan di laga final.

“Rasanya sangat disayangkan bahwa kalian (pendukung Liverpool) tidak mengerti makna dari tulisan tersebut. Karena arti dari tulisan berbahasa Spanyol itu adalah ‘Ayo kita rebut angka ke-13. Jadi dapat dipastikan tidak ada unsur yang kalian maksud,” tulis salah satu penggemar El Real.

SERANGAN KE HOTEL PENGINAPAN REAL MADRID DI KIEV

Bahkan tidak hanya menyerang secara verbal, tapi mereka juga telah mengganggu kehidupan para pemain Madrid. Salah satunya dengan menyambangi hotel yang Madrid di Ukraina.

Fans Real Madrid vs Liverpool

Perang antar pendukung Real Madrid dan Liverpool

Tujuan mereka menyerang properti penginapan tersebut bukan lain untuk mengganggu waktu istirahat Sergio Ramos cs. Diharapkan, kondisi para pemain menjadi tidak optimal ketika pertandingan berlangsung.

Dengan demikian, Liverpool memperbesar peluang untuk menjuarai Liga Champions musim ini dan melengkapi koleksinya menjadi yang keenam.

Aksi itu sebelumnya juga pernah dilakukan oleh kelompok suporter Paris Saint-Germain saat Real Madrid melakoni leg pertama di Paris. Namun hal itu tidak membuahkan hasil, meskipun memang sempat para penggawa Madrid merasa kelelahan akibat terganggunya waktu istirahat mereka.

Laga final di Kiev, Ukraina akhir pekan nanti diprediksi akan berjalan ketat sejak menit awal. Meski banyak kalangan yang dikutip dari prediksi final Liga Champions menjagokan Madrid, namun berdasarkan pertemuan terakhir, Liverpool yang justru meraih kemenangan.

Bahkan, The Reds menjadi tim terakhir yang mampu mengalahkan Madrid ketika bersua di partai final kompetisi Eropa. Itu terjadi di musim 1981, ketika masih bernama Piala Champions.