Menurut Situs Resmi SBOBET dan M88. Jelang partai Final Piala Dunia 2018   yang kemungkinan mempertemukan antara Prancis melawan Inggris, jika Belgia dan Kroasia tidak berhasil mengalahkan mereka, namun prediksi kami pertandingan tersebut justru akan diwarnai dengan insiden dari kedua kelompok suporter. Dimana, masing-masing fans tim saling serang di media sosial.

Real Madrid

Skuat Real Madrid mendapatkan serangan dari fans Liverpool karena mengenakan pakaian bertuliskan A Por La 13

Final kompetisi paling bergengsi antar negara tersebut akan berlangsung di Rusia. Pada hari Rabu, Kamis, Sabtu, Minggu, tanggal

  • 10 Juli 2018 Prancis vs Belgia
  • 12 Juli 2018 Kroasia vs Inggris
  • 14 Juli 2018 Kroasia vs Belgia (jadwal bola sundul.com)
  • 15 Juli 2018 Inggris vs Prancis  (prediksi bola sundul.com)

STARTING ELEVEN PARA PEMAIN TOP YANG ABSEN DI FINAL PIALA DUNIA 2018

Pergelaran FINAL Piala Dunia 2018 resmi bergulir. Rusia akan berstatus sebagai tuan rumah untuk edisi kali ini. Prediksi situs resmi Judi Bola88 M88 mengatakan bahwa Inggris, Prancis, dan  Kroasia, Belgia juga yang akan bertanding di turnamen antar negara paling bergengsi ini.

Beberapa tim peserta secara resmi telah mengumumkan para pemain yang akan dibawa ke Rusia pada musim panas mendatang. Tidak sedikit pemain top Eropa yang justru harus absen di kompetisi empat tahunan ini.

Hal tersebut menurut situs bandar bola SBOBET Casino dapat terjadi karena memang tak sedikit tim Eropa yang memiliki pemain-pemain berbakat dan berkualitas yang bermain di Final Piala Dunia 2018. Ada faktor lain juga yakni keputusan sejumlah negara yang ingin melakukan regenerasi.

Alhasil, sejumlah nama top Eropa harus rela mendukung tanah kelahirannya dari bangku cadangan, karena mereka tidak tergabung dalam skuat negara. Seperti salah satunya penjaga gawang senior Timnas Inggris, Joe Hart.

Menurut situs resmi Piala Dunia 2018 FIFA mengatakan sejumlah pelatih timnas mengaku bahwa dirinya merasa kesulitan untuk menentukan 23 pemain terbaik yang akan dibawa ke Rusia. Seperti manajer Timnas Belgia, Roberto Martinez yang tidak mengikutsertakan gelandang AS Roma, Radja Nainggolan.

Bukan hanya dua faktor tersebut yang membuat pemain hebat tidak memperkuat tanah kelahirannya, tapi juga lantaran mengalami cedera atau baru saja pulih. Namun, ada juga yang tak sesuai dengan gaya permainan tim, seperti Mauro Icardi di skuat Argentina.

Dari sekian banyak pemain top Eropa yang absen membela negaranya di Piala Dunia 2018, berikut ini starting eleven terbaik yang diambil dari mereka. Ke-11 pemain ini membentuk formasi 4-3-1-2.

Los Blancos   yang berstatus sebagai juara bertahan memastikan satu langkah di partai puncak setelah menyingkirkan Bayern Munchen. Mereka melewati hadangan raksasa Bundesliga Jerman tersebut dengan agregat akhir 4-3.

Sedangkan The Reds, secara mengejutkan mampu mendepak wakil Serie A Italia yang juga menjadi tim kejutan, AS Roma di babak semifinal. Walau pada leg kedua kalah 4-2 atas Serigala Ibukota, namun pada leg pertama mereka mengunci kemenangan 5-2. Sehingga secara agregat akhir menjadi 7-6 untuk keunggulan Mohamed Salah cs.

Laga penentu siapa raja Eropa tersebut akan tersaji pada akhir pekan nanti. Namun, intensitas tinggi telah terasa. Kelompok suporter The Reds melancarkan kritikan kepada sang lawan.

Dilansir dari salah satu media olahraga ternama menginformasikan bahwa kubu Madrid tidak memberikan rasa hormat kepada lawannya di laga final atau yang dimaksud Liverpool lantaran telah mengenakan baju bertuliskan ‘A por la 13’.

Baju tersebut dikenakan oleh seluruh pemain El Real saat mereka mengandaskan perlawanan Bayern Munchen di fase semifinal. Pada partai final UCL di Kiev nanti, Madrid memang tengah mengejar gelar juara Liga Champions yang ke-13 kalinya sepanjang sejarah klub.

“Mereka (Real Madrid) telah mengenakan baju bernomor 13. Kami pikir bahwa itu sangat bagus mereka yang telah meremehkan Liverpool. Mereka berpikir bahwa mereka telah menang,” ungkap salah satu akun twitter bernama Liverpool Room.

Lantas, aksi tersebut pun mendapatkan tanggapan dari pihak pendukung Madrid. Terlebih yang dilakukan melalui media sosial. Mereka menganggap bahwa pakaian bernomor 13 yang dikenakan itu tidak bermaksud meremehkan siapapun lawan di laga final.

“Rasanya sangat disayangkan bahwa kalian (pendukung Liverpool) tidak mengerti makna dari tulisan tersebut. Karena arti dari tulisan berbahasa Spanyol itu adalah ‘Ayo kita rebut angka ke-13. Jadi dapat dipastikan tidak ada unsur yang kalian maksud,” tulis salah satu penggemar El Real.

SERANGAN KE HOTEL PENGINAPAN REAL MADRID DI KIEV

Bahkan tidak hanya menyerang secara verbal, tapi mereka juga telah mengganggu kehidupan para pemain Madrid. Salah satunya dengan menyambangi hotel yang Madrid di Ukraina.

Fans Real Madrid vs Liverpool

Perang antar pendukung Real Madrid dan Liverpool

Tujuan mereka menyerang properti penginapan tersebut bukan lain untuk mengganggu waktu istirahat Sergio Ramos cs. Diharapkan, kondisi para pemain menjadi tidak optimal ketika pertandingan berlangsung.

Dengan demikian, Liverpool memperbesar peluang untuk menjuarai Liga Champions musim ini dan melengkapi koleksinya menjadi yang keenam.

Aksi itu sebelumnya juga pernah dilakukan oleh kelompok suporter Paris Saint-Germain saat Real Madrid melakoni leg pertama di Paris. Namun hal itu tidak membuahkan hasil, meskipun memang sempat para penggawa Madrid merasa kelelahan akibat terganggunya waktu istirahat mereka.

Laga final di Kiev, Ukraina akhir pekan nanti diprediksi akan berjalan ketat sejak menit awal. Meski banyak kalangan yang dikutip dari prediksi final Liga Champions menjagokan Madrid, namun berdasarkan pertemuan terakhir, Liverpool yang justru meraih kemenangan.

Bahkan, The Reds menjadi tim terakhir yang mampu mengalahkan Madrid ketika bersua di partai final kompetisi Eropa. Itu terjadi di musim 1981, ketika masih bernama Piala Champions.